Solusi untuk hati yang kesepian dan hampa sebenarnya mudah saja. Bukan mencari-cari kesenangan atau mencari-cari sosok yang bisa mengisi kekosongan itu. Isi dengan lantunan ayat-ayat Qur’an, selesai perkara. Mari awali dan tutup hari kita dengan membaca Qur’an. Dijamin segera bebas galau 💪

Zona-Zona Itu

Jadi ini yang mereka sebut dengan “growth zone”, suatu zona di luar zona nyaman. Saya selalu mengira saya tahu banyak hal, seperti salah satunya mengenai “growth zone” ini. Dengan seksama saya susun tiap detailnya sesuai keinginan saya. Saya pilih setiap komponen penyusun “growth zone” ini dengan apa yang saya pikir baik untuk saya, yang lebih penting, yang membuat “growth zone” ini menjadi lebih mirip dengan “comfort zone”.

Namun ternyata memang benar, tidak pernah ada comfort di dalam growth zone, dan sebaliknya. Saya yang berniat menjadikan fase ini sebagai zona tumbuh yang nyaman harus ternganga menerima kenyataan. Intinya, saya merasa Allah sedang menunjukkan pada saya bahwa yang kini saya butuhkan bukan zona nyaman yang setengah mati saya ciptakan itu.

Dan ini tidak mudah. Tidak pernah mudah menerima bahwa ternyata tidak pernah ada zona yang benar-benar nyaman. Tapi Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang sia-sia. Melalui situasi tidak mudah ini sekali lagi saya kembali dapat membuktikan bahwa Ungkapan “Allah gak kemana-mana” itu benar adanya. Allah menunjukkan betapa banyak yang saya miliki. Betapa banyak teman yang tidak meninggalkan saya di saat saya sendiri. Saya juga jadi belajar satu hal penting. Kita harus mensyukuri dan menghargai kehadiran setiap orang dalam hidup kita dengan porsi yang sama. Buat saya sekarang, semua teman sama berharganya. Tidak peduli itu teman dekat, teman yang tidak terlalu dekat, maupun teman yang baru kenal sekalipun. Karena tidak sekali terjadi, di saat saya susah dan sendiri, orang yang datang menghampiri saya untuk menanyakan apakah saya baik-baik saja adalah orang yang tidak pernah saya sangka-sangka, dan bukan mereka yang selama ini saya golongkan sebagai “teman baik”.

Jadi untuk apa lagi saya repot-repot membuat penggolongan eksklusif “sahabat” atau “best friends”? Karena ternyata jauh lebih mudah ketika saya menghargai setiap teman yang saya miliki dengan porsi yang sama :)

Intinya, hargai siapapun yang bersedia masuk ke dalam kehidupan kita, menemukan diri kita dalam versi yang sebenar-benarnya, dan tetap memilih untuk tinggal.

To Tumblr, Love Pixel Union